Pesona Kawah Bromo, Kawah Aktif Yang Menyimpan Banyak Cerita

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin

Kawah Bromo adalah salah satu destinasi favorit yang ada di wisata Bromo. Destinasi Bromo ini menarik banyak perhatian, karena merupakan kawah yang masih aktif dan dapat langsung di saksikan dengan mata telanjang dari bibir kawahnya. Kawah ini berada di gunung dengan jenis kerucut bara dengan ketinggian 2.329 mdpl, antara lembah dengan kaldera atau lautan pasir memiliki luas sekitar 10 km persegi. Dengan diameter kawah jika diukur pada sisi utara – selatan mencapai 800 meter dan 600 meter pada sisi timur – barat.

wisata kawah bromo
image bt dokumentasi Erctrans

Untuk bisa mencapai puncak kawah, anda perlu sedikit menguras energi, mengingat kendaraan jeep hanya bisa mencapai batas parkir di area lautan pasir. Selebihnya anda harus berjalan kaki menyusuri kaldera. Lalu pendakian yang sebenarnya akan dimulai, dimana anda harus menapaki medan pasir dan berbatu yang menanjak (anda disarankan untuk memakai sepatu / sandal gunung agar mudah melewati medan ini).

Setelah tiba di kaki kawah, anda akan disambut dengan anak tangga berjumlah kurang lebih 250. Anda perlu menaiki anak tangga ini untuk bisa sampai di puncak kawah, meski cukup curam, namun telah disediakan pagar pembatas di kedua sisi tangga yang bisa anda jadikan pegangan saat mendaki. Oh ya… mitosnya apabila saat mendaki anda dapat menghitung jumlah anak tangga dengan benar, maka keinginan anda akan terkabul (jika tidak percaya, coba saja buktikan sendiri).

Tiba di puncak kawah, anda akan takjub dengan pemandangan yang tersaji di depan mata, bayangkan saja, di puncak ini anda bisa melihat ke sekeliling arah. Sejauh mata memandang, semua akan terlihat begitu kecil mulai dari kerumunan orang yang berada di bawah, jeep – jeep yang berjajar di area batas parkir.

Dari sini juga anda dapat melihat beberapa spot bromo seperti pasir berbisik, padang savana / bukit teletubbies, pura bromo dan tentunya Kawah Bromo itu sendiri. Anda tidak perlu takut tergelincir, karena disepanjang kawah telah dipasang pagar pembatas sebagai pengaman, yang perlu di ingat, anda jangan sampai melewati batas pagar tersebut ya..

History Mount Bromo Eruption

Bromo selama masa abad 20 sampai dengan abad 21 tercatat telah meletus beberapa kali. Uniknya periode letusan memiliki interval waktu yang teratur, yakni tiap 30 tahun, dengan letusan pertama yang tercatat yakni tahun 1771 hingga terakhir kali meletus pada 2015 dan untuk letusan terbesar terjadi pada tahun 1974 silam.

Material vulkanik yang dikeluarkan pada saat letusan, menutupi sebagian wilayah di kaldera yang kini dikenal sebagai lautan pasir, konon material tersebut pernah tertutup oleh air dan enjadi sebuah danau. Aktivitas vulkanik yang terjadi menimbulkan munculnya lorong magma dan membentuk gunung – gunung baru seperti Widodaren, Batok, Watangan dan Gunung Kursi.

Sebagai Gunung Yang Disucikan

Daerah sekitar Bromo dihuni oleh sekelompok masyarakat yang memiliki nama atau suku tengger. Suku ini memiliki hubungan emosional yang erat dengan Bromo dan menyakini bahwa Bromo atau dalam bahasa sanskerta menyebut Gunung brahma sebagai gunung yang suci perwujudan dari salah satu dewa utama dalam “Trimurti” yakni Dewa Brahma sang pencipta atau dikenal juga Sang Hyang Widhi Wasa.

Wujud keyakinan akan kesucianya dan rasa syukur atas perlindungan dan kesuburan tanah pertanian yang ada di wilayah Bromo, maka Suku Tengger Bromo setiap tahunnya mengadakan acara Yadnya Kasada atau lebih terkenalnya disebut Kasodoan. Upacaya ini di selenggarakan tepat pada bulan purnama sekitar / antara tanggal 14 atau 15 di bulan kasodo pada penanggalan jawa kuno. Rangkaian upacara adat di mulai dari sebuah Pura Luhur Poten Bromo di kawasan padang pasir dan kemudian di lanjut untuk pembuangan sesaji berupa hewan dan beberapa hasil panen pertanian di Kawah Bromo Tengger.

Sejarah & Tradisi Pemberian Sesaji

Pemberian sesaji ini berawal dari kisah Roro Anteng dan Joko Seger yang bertapa di Bromo untuk meminta kehadiran seorang anak. Karena sudah lama menikah tidak juga di karuniai anak. Di akhir pertapaan mereka di kabulkanlah oleh Sang Hyang Widi, namun dengan persyaratan untuk mengorbankan anak terakhirnya di Kawah Bromo.

Seiring berjalannya waktu, hadirlah anak terakhir dari Roro Anteng dan Joko Seger, di situlah janji mereka ditagih oleh Sang Hyang Widhi untuk mengorbankan sang anak terakhir. Namun janji itu tidak segera dilaksanakan, tapi malah mereka menyembunyikan anak terakhir Raden kusuma di Desa Ngadas. Janji tidak ditepati, murkalah penguasa Bromo dengan menyemburkan lahar panas dari kawahnya, dimana dampak letusan itu berimbas sampai ke Desa Ngadas. Melihat begitu murkanya Sang Hyang Widhi tersebut, Raden Kusuma tidak tega dan iklas secara suka rela untuk mengorbankan diri terjun ke Kawah Bromo.

Sebelum menceburkan diri ke kawah, Raden Kusuma berpesan pada masyarakat Tengger dan juga pada saudara – saudaranya agar tiap tanggal 14 kasodo dalam penanggalanan jawa kuno, untuk melaksanakan upacara pemberian sesaji sekaligus sebagai bentuk rasa syukur untuk berkah yang di berikan Sang Hyang Widhi dan terhindar dari angkara murka serta dijauhkan dari malapetakan. Hingga sampai saat ini acara tersebut di masih dilaksanakan, yang terkenal dengan nama kasodo.

Rute Menuju Kawah Gunung Bromo

Menuju Kawah Bromo bisa melalui 4 pintu masuk dari kota yang berbeda, yakni Tumpang Malang, Pasuruan, Probolinggo dan Lumajang. Jadi, anda bisa memilih dan sesuaikan dengan rute terdekat dari kota asal anda. Misal anda dari jakarta dan untuk menuju Bromo anda naik pesawat via Juanda, maka rute terdekat adalah Probolinggo dan Pasuruan, namun jika via Malang rute paling cepat adalah Tumpang dan Pasuruan.

Bagi anda yang tidak mau repot dan ingin tau beres, bisa iku Paket Wisata Bromo di erctrans, pilih paket sesuai dengan pintu masuk yang anda inginkan.

Spot Lainnya Yang Ada di Bromo

* Spot Sunrise di Bromo
* Pasir Berbisik Bromo
* Bukit Teletubbies Bromo / savana Bromo
* Pura Luhur Poten Bromo

Tempat Wisata di Sekitar Bromo

* Air Terjun Coban Pelangi
* Candi Jago
* Lembah Tumpang
* Air Terjun Mandakaripura
* Air Terjun Tumpak Sewu
* Probolinggo Flores Park
* Snorkeling Gili Ketapang
* Snorkeling Pantai Bama

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Open chat
1
hallo, selamat datang di erc trans,
ada yang bisa kami bantu?