Last updated on August 29th, 2023 at 09:25 pm
Kawasan Wisata Gunung Bromo akan ditutup sementara selama tiga hari di awal bulan Juni. Penutupan ini dilakukan karena bertepatan dengan perayaan Yadnya Kasada yang dirayakan oleh Umat Hindu Suku Tengger.

Bromo Tutup Sementara Saat Upacara Kasada
Seperti yang telah disampaikan oleh pengelola Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), bahwa kawasan Bromo mulai ditutup dari tanggal 3 Juni pukul 18.00 dan baru dibuka kembali tanggal 6 Juni 2023.
Pada penutupan tersebut, kawasan Bromo akan steril dari kegiatan wisata. Sehingga Umat Hindu Suku Tengger bisa fokus melaksanakan Upacara Yadnya Kasada.
Siapa itu Suku Tengger?
Suku Tengger adalah masyarakat asli di wilayah sekitar Gunung Bromo. Mereka mendiami beberapa desa, antara lain Desa Ngadisari, Desa Wonokitri Desa Ngadas dan beberapa desa sekitarnya.
Asal mula suku ini berasal dari kisah Rara Anteng (seorang bangsawan asal Kerajaan Majapahit) dan Joko Seger (seorang pemuda putra Brahmana yang tinggal disekitar Gunung Bromo).
Berdasarkan kisah tersebut, Rara Anteng yang merupakan bangsawan Majapahit pergi mengungsi ke arah timur akibat dari runtuhnya Kerajaan Majapahit. Tiba di kawasan dekat Bromo, Rara Anteng bertemu dengan pemuda setempat bernama Jaka Seger.
Keduanya memutuskan untuk menikah, namun setelah lama menikah keduanya belum juga memiliki anak. Rara Anteng dan Jaka Seger pun berdo’a kepada Sang Hyang Widhi agar lekas diberi keturunan.
Do’a tersebut dikabulkan oleh Sang Hyang Widhi namun dengan satu syarat, yakni mereka harus mengorbankan salah satu anaknya sebagai persembahan.
Rara Ateng dan Jaka Seger pun menyanggupinya, tak berselang lama, mereka Rara Anteng mulai mengandung hingga memiliki 25 anak. Namun, mereka berdua ingkar janji dan tak sanggup mengorbankan salah satu anaknya.
Akibatnya, Sang Hyang Widhi marah dan Gunung Bromo meletus dengan dahsyat hingga menghancurkan pemukiman disekitarnya. Raden Kesuma yang merupakan anak bungsu dari Rara Anteng dan Jaka Seger akhirnya memutuskan untuk mengorbankan diri agar kemarahan Sang Hyang Widhi berakhir.
Sebelum menceburkan diri kedalam kawah, Raden Kesuma berpesan kepada saudara – saudara dan masyarakat agar memberikan sesajen setiap hari ke empatbelas pada bulan kesepuluh saat bulan purnama muncul.
Keturunan dari Rara Anteng dan Jaka Seger inilah yang nantinya akan terus melahirkan keturunan yang saat ini dikenal sebagai masyarakat Suku Tengger.
Meski saat ini masyarakat Tengger sudah lebih modern, namun mereka masih tetap mempertahankan tradisi dan adat. Salah satunya dengan perayaan Yadnya Kasada yang selalu dilaksanakan pada hari ke empatbelas pada bulan 10 saat bulan purnama muncul sesuai (penanggalan tradisional Tengger).
Apa Itu Upacara Kasada ?
Upacara Yadnya Kasada merupakan perayaan yang dilaksanakan sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada tuhan dan harapan masyarakat agar dihindarkan dari bencana dan kesengsaraan.
Upacara ini berlangsung di kawasan Gunung Bromo dan dilaksanakan sesuai tata cara berikut ini:
1. Pengambilan Air Suci – sebelum pelaksanaan ritual, masyarakat Suku Tengger akan terlebih dahulu mengambil air suci yang terletak di Gunung Widodaren. Air suci tersebut akan digunakan untuk ritual NGLUKAT UMAT atau upacara penyucian jiwa.
2. Pembukaan – Panitia akan membuka acara dihadapan masyarakat dan dukun – dukun adat seluruh Desa Suku Tengger. Dilanjutkan dengan pertunjukan tari Rara Anteng dan Jaka Seger.
3. Ritual Kasada di Pura Luhur Poten Bromo – pelaksanaan ritual berlangsung di Pura Poten yang berada di kaldera / kaki Bromo. ritual ini berisikan persiapan upacara, pembacaan kidung, penyucian tempat sembahyang, pembacaan Weda, pembacaan sejarah Kasada dan perkawinan Rara Anteng dengan Jaka Seger.
4. Nglukat Umat – Pemberian Bija, wewangian atau bunga, membakar dupa, memercikkan air suci pada wajah.
5. Muspa atau persembahyangan yang dipimpin oleh pandhita.
6. Pembacaan mantra setelah sembahyang, mantra tersebut berisi puji-pujian dan permohonan berkah.
7. Pemilihan Dukun Adat yang akan menggantikan dukun adat sebelumnya.
8. Labuhan Sajen di Kawah Bromo – Ini adalah acara inti dari Upacara Kasada. Masyarakat akan berjalan dari Pura Poten menuju ke Kawah dengan membawa berbagai hasil bumi dan ternak dengan diiringi doa.
9. Slametan – Merupakan akhir dari Kasada. Kegiatan ini dilaksanakan di masing – masing desa dan dipimpin oleh dukun adat setempat.
Tempat Tempat Penting Untuk Ritual Kasada
Ada 3 tempat penting yang dipakai untuk pelaksanaan Upacara Ritual Yadnya Kasada, yaitu :
1. Rumah Dukun Adat
Rumah Dukun Adat Tengger menjadi tempat pertama dimana pelaksanaan akan dimulai. Sebelum pelaksanaan, dukun adat akan memberitahukan kepada dewa bahwa upacara siap dimulai.
2. Pura Luhur Poten
Pura yang terletak di kawasan kaldera Bromo ini akan menjadi tempat sembahyang dan pembacaan mantra serta do’a.
3. Kawah Bromo
Kawah Bromo merupakan tempat tujuan akhir Kasada. Dimana sesajen berupa hasil bumi dan ternak akan dilemparkan ke dalam kawah. Uniknya, banyak masyarakat yang berebut untuk mendapatkan sesajen tersebut. Mereka bahkan rela mendekat ke bibir kawah demi mendapatkan sesajen yang dilempar.
Upacara Yadnya Kasada memang menjadi ritual rutin bagi Umat Hindu Suku Tengger. Upacara ini sangat bermakna dan sebagai simbol rasa syukur karena telah diberkahi. Upacara ini juga menjadi kesempatan untuk membersihkan Gunung Bromo.
Setelah Bromo Tutup Sementara karena pelaksanaan Upacara Kasada, gunung ini akan mulai dibuka dan menerima kedatangan wisatawan pada tanggal 6 Juni.
Wisatawan pun bisa kembali mengeksplore seluruh tempat di Bromo, mulai dari melihat pemandangan sunrise Bromo, menengok Pura Luhur Poten yang menjadi tempat sembahyang Suku Tengger, melihat Kawah langsung dari puncak bibirnya, mengunjungi lautan pasir atau Pasir Berbisik Bromo hingga Padang Savana Bromo.
Cara Terbaik Berkunjung ke Bromo
Ada banyak cara untuk bisa mengunjungi Gunung Bromo, mulai dari berangkat sendiri (solo traveling), hingga menggunakan jasa paket perjalanan wisata.
Apabila ingin perjalanan yang praktis dan mudah, anda bisa menggunakan Paket Wisata Bromo. Dimana paket tersebut sudah mengakomodir semua keperluan wisata, seperti :
1. Transportasi ke Bromo
2. Sewa Jeep Bromo
3. Tiket Masuk Bromo & biaya retribusi
4. Pengantaran ke 5 Spot di Bromo
5. Penjemputan dan pengantaran kembali (sesuai lokasi yang anda inginkan : hotel / stasiun / bandara / dan tempat lain).
Bagaimana cara mendapatkannya ? Sangat mudah kok… anda bisa langsung klik tombol whatsapp di pojok kanan bawah layar. Selanjutnya anda akan langsung terhubung dengan Cs kami.
Silahkan sampaikan apa keinginan dan keperluan anda, anda juga bisa request dan menentukan hal hal terkait perjalanan wisata Bromo. Seperti contoh waktu keberangkatan, mencari Hotel di Bromo, tempat makan / restoran Cafe Bromo dll.
Kami akan segera menyusun itinerary atau rundown perjalanan, sesuai permintaan anda.




