Paket Ziarah Wali 5 Dari Malang, Wisata Religi di Jawa Timur

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin

Wali Songo memiliki peranan penting dalam penyebaran Islam di Pulau Jawa pada abad ke 14 masehi. Wali dalam bahasa arab diartikan sebagai seseorang yang dipercaya atau mewakili. Penyebaran Agama Islam oleh Wali Sanga dilakukan dengan metode unik yang lekat dengan kehidupan masyarakat adat setempat, seperti menggunakan tembang / lagu hingga Wayang Kulit.

Pengaruh para Wali di Tanah Jawa ini sangatlah besar, hal ini terbukti dengan ramainya para peziarah yang datang dari berbagai daerah untuk berziarah. Dari 9 orang Wali, 5 diantaranya terdapat di beberapa kota di Jawa Timur.

Ziarah Wali 5 merupakan salah satu Wisata Religi di Jawa Timur yang banyak diminati. Setiap hari, makam para wali ini selalu ramai dikunjungi, terutama menjelang bulan Ramadhan. Banyak wisatawan yang ingin berdo’a meminta berkah dll. Ke 5 Makam Wali atau biasa disebut Wali Lima ini bisa dikunjungi dalam satu hari.

Bagi anda yang ingin berziarah namun bingung mengenai lokasi, rute dan urutan berziarah, anda bisa memesan Paket Ziarah Wali 5. Dengan mengikuti paket, anda tidak perlu lagi bingung mengenai akses transportasi menuju makam.

Paket Ziarah Wali 5 ini akan mengantarkan anda menuju Makam 5 Wali yang ada di Jawa Timur yaitu Sunan Ampel, Sunan Gresik, Sunan Giri, Sunan Drajat dan Sunan Bonang ditambah dengan Makam Mbah Bungkul di Surabaya.

Berikut Adalah Destinasi Kunjungan Ziarah Wali Lima

Sunan Ampel

Sunan Ampel yang memiliki nama asli Raden Mohammad Ali Rahmatullah atau Raden Rahmad ini merupakan putra dari Sunan Gresik / Maulana Malik Ibrahim. Lahir pada tahun 1401 di negeri Champa, lalu datang ke Indonesia dan berlabuh pertama kali di Tuban.

Selanjutnya Sunan Ampel berdakwah dan mendirikan Masjid di wilayah yang saat ini disebut Ampeldenta. Dikenal memiliki konsep falsafah “Moh Limo” atau tidak melakukan 5 perkara tercela yaitu :

  • Moh Main (tidak berjudi)
  • Moh Ngombe (tidak mabuk)
  • Moh Maling (tidak mencuri)
  • Moh Madat (tidak menghisap candu)
  • Moh Madon (tidak berzina)

Sunan Ampel juga merupakan pencetus berdirinya Kesultanan Demak dan ikut membangun Masjid Agung Demak. Sunan Ampel diperkirakan wafat pada tahun 1481 di Demak dan dimakamkan di Ampeldenta, tepat disebelah barat Masjid Ampel.

Sunan Gresik

Sunan Maulana Malik Ibrahim atau dikenal dengan nama Sunan Gresik dipercaya sebagai orang yang pertama kali menyebarkan Agama Islam diantara 9 wali. Sunan Gresik juga dianggap sebagai wali senior dan guru para wali, hal ini dikarenakan beberapa keturunannya turut membantu menyebarkan Agama Islam seperti sang anak yakni Sunan Ampel.

Sunan Gresik diketahui berasal dari Samarkand Uzbekistan, anak dari Syeh Ahmad Jumadil Qubro dan merupakan keturunan ke 22 dari Nabi Muhammad SAW. Pertama kali menginjakkan kaki di Pulau Jawa, Sunan Gresik tidak langsung berdakwah / membuka pesantren. Melainkan beliau berkeliling ke beberapa daerah terlebih dahulu untuk mengenal karakter dan budaya masyarakat.

Hal tersebut juga menginsiprasi cara dakwah beliau yang menggunakan pendekatan budaya agar mudah dimengerti dan diminati oleh masyarakat yang masih menganut agama sebelumnya. Sunan Gresik wafat pada tahun 1419 dan dimakamkan di Gresik.

Sunan Giri

Sunan Giri yang juga dikenal sebagai Raden Paku atau Joko Samudro lahir pada tahun 1442 di daerah Blambangan, Banyuwangi. Sunan Giri merupakan murid dari Sunan Ampel dan pernah berguru bersama – sama dengan Sunan Bonang. Setelah memperdalam ilmu agama, Sunan Giri mendirikan Pesantren yang selanjutnya berkembang menjadi Giri Kedaton yang berkedudukan di Gresik dan menjadi salah satu pusat penyebaran islam di Tanah Jawa.

Sunan Giri terkenal menggunakan metode dakwah dengan unsur budaya setempat, misalnya menggunakan tembang dan lagu – lagu permainan seperti “Ilir – Ilir”, “Cublak – Cublak Suwe” dll. Dengan menyelipkan ajaran islami dan pendidikan lewat budaya dan kearifan lokal tersebut, Sunan Giri berhasil membuat banyak masyarakat mulai berpindah memeluk agama Islam. Tahun 1506 masehi Sunan Giri wafat dan dimakamkan di Desa Giri, Kebonmas, Gresik, Jawa Timur.

Sunan Drajat

Sunan Drajat yang lahir pada tahun 1470 masehi merupakan saudara kandung dari Sunan Bonang. Sebagai anak dari Sunan Ampel, Sunan Drajat turut serta dalam menebarluaskan ajaran Islam di Pulau Jawa. Sunan Drajat terkenal dengan sifat kepedulian dan sosial yang tinggi.
Salah satu ajaran dari Sunan Drajat yang banyak dijadikan pedoman ialah “Catur Piwulang” yaitu :

  • Menehana teken marang wong kang wuta, (Berilah tongkat kepada orang buta)
  • Menehana mangan marang wong kang luwe, (Berilah makan kepada orang yang lapar)
  • Menehana busana marang wong kang wuda, (Berilah pakaian kepada orang yang telanjang)
  • Menehana ngiyup marang wong kang kodanan. (Berilah tempat berteduh pada orang yang kehujanan)

Sebagai wali yang berjiwa sosial tinggi, Sunan Drajat sangat memperhatikan kaum miskin dan mengusahakan kesejahteraan mereka dengan cara membuka ladang, menangkap ikan dan memberikan nasehat untuk saling membantu antar sesama.

Sunan Drajat wafat tahun 1522 masehi dan dimakamkan di Desa Drajat, Paciran, Lamongan, Jawa Timur.

Sunan Bonang

Sunan Bonang dilahirkan dengan nama Raden Maulana Makdum Ibrahim merupakan putra dari Sunan Ampel dan saudara kandung dari Sunan Drajat. Lahir pada tahun 1465 di Tuban. Bersama – sama dengan Sunan Giri / Raden Paku, Sunan Bonang memperdalam ilmu agama dan beguru hingga ke Pasai.

Selesai belajar ilmu agama, keduanya kembali pulang ke Pulau Jawa, Sunan Giri kemudian kembali ke Gresik dan mendirikan pesantren di Giri hingga dikenal sebagai Sunan Giri. Sementara Sunan Bonang diperintahkan oleh Sunan Ampel untuk berdakwah di wilayah Lasem, Rembang, Tuban dan Surabaya.

Sunan Bonang sangat piawai dalam berkesenian, tak lupa ia juga menelipkan ajaran – ajaran islam dalam setiap karyanya. Sunan Bonang wafat pada tahun 1525, terdapat 2 klaim mengenai makam Sunan Bonang yaitu di Pulau Bawean dan di Tuban. Namun, diyakini makamnya yang asli berada di Tuban.

Sunan Bungkul

Sunan Bungkul merupakan bangsawan dan petinggi (setingkat Tumenggung) dari kerajaan Majapahit yang telah memeluk agama islam. Memiliki nama asli Ki Ageng Supo, lalu berganti menjadi Ki Ageng Mahmuddin. Sunan Bungkul diperkirakan hidup pada masa Sunan Ampel dan berdakwah di wilayah Surabaya.

Setelah wafat, beliau dimakamkan di area yang saat ini dijadikan sebuah taman dan dinamai Taman Bungkul. Lokasi makam Sunan Bungkul terletak di sebelah selatan taman.

Harga Paket Ziarah Wali Lima

No.ArmadaHarga per packKeterangan
1.AvanzaRp. 425.0004 – 6 orang
2.Elf / HiaceRp. 350.00010 – 17 orang
3.Medium BusRp. 250.00030 orang
4.Bus BesarRp. 225.00045 orang
5.Bus BesarRp. 200.00059 orang

Fasilitas

  • Transportasi standar AC (LCD Tv, Audio + Video)
  • Tol dan Parkir
  • Snack saat berangkat
  • Air Mineral 2 botol 550 ml
  • Tiket retribusi
  • Makan 2 x kali (Prasmanan & Box)
  • Tour Leader
  • Dokumentasi (file) khusus Bus
  • Utadz pembimbing (khusus bus)
  • Spanduk/Banner (khusus bus)

Belum Termasuk

  • Biaya Shuttle Becak / ojek / delman
  • Tips Tour Leader, Sopir, Kenek
  • Akomodasi Hotel atau penginapan
  • Makan diluar program
  • Sumbangan pribadi
  • Pengeluaran pribadi lainnya

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Open chat
1
hallo, selamat datang di erc trans,
ada yang bisa kami bantu?