91 Tempat Wisata Di Malang Dan Harga Tiket Masuknya – 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
kampung heritage
image by instagram @prasetyo_pictures

Daftar isi :

73. Kampung Kayutangan

Lokasi : Jl. Arif Rahman Hakim, Jl. Wahid Hasyim 2, Kauman, Klojen, Kota Malang
Tiket masuk : Rp. 5.000
Jam Buka : 07.00 – 17.00
Fasilitas : Musholla, Pakir area, toilet, warung

Kota Malang merupakan salah satu kota yang memiliki banyak sejarah didalamnya, jika berkunjung ke Kota ini dan anda melewati jalan Ijen, Klojen dan sekitarnya anda akan menemukan banyak sekali bangunan tua khas Belanda yang masih utuh hingga saat ini. Dan salah satu kampung yang memiliki banyak bangunan kuno berada di Kampung Kayutangan. Disini anda dapat melihat bangunan rumah yang berumur puluhan tahun dan masih berdiri kokoh, hanya dilakukan sedikit pembenahan agar tetap terlihat cantik.

Hal lain yang dapat anda temukan adalah, beberapa koleksi kamera, radio, tv, bahkan mesin ketik dan mesin jahit pada jaman dahulu yang di koleksi oleh salah satu warga. Dan uniknya lagi beberapa dari barang tersebut masih bisa dan layak digunakan. Disini juga terdapat rumah yang dulunya dijadikan tempat pengobatan shin she. Pertama datang di pintu masuk anda akan di sambut oleh warga yang bertugas memberi arahan kepada pengunjung, agar lebih terlihat nuansa tradisionalnya, warga yang bertugas selalu menggunakan pakaian tradisional kebaya.

74. Kampung Topeng

Lokasi : Tlogowaru, Kedungkandang, Kota Malang
Tiket masuk : Rp. 5.000
Jam Buka : 07.00- 16.00
Fasilitas : Toilet, warung, musholla, taman bermain, flying fox

Salah satu khas Kota Malang adalah Topeng. Kampung yang dijadikan lokasi penampungan para gelandangan dan pengemis ini sekarang telah berkembang dan berubah menjadi sebuah kampung wisata. Memilliki 100 topeng yang di pajang disekitar kampung dan juga memiliki 2 topeng raksasa yang berukuran 5 x 7,5 meter.

Dikampung ini dihuni oleh -+ 40 kepala keluarga, dan warga di kampung ini juga di didik dan dilatih agar bisa mengembangkan potensi ide kreatif mereka. Seni kerajinan yang telah dibuat oleh warga akan dijual sebagai cenderamata yang berharga sekitar Rp. 15.000 – Rp. 30.000 saja. Selain itu anda juga bisa mencoba wahana permainan seperti flying fox dan bersantai di taman bermain.

75. Kampung Sanan

Lokasi : Jl. Sanan Purwontoro, Blimbing, Kota Malang
Tiket masuk :
Jam Buka : 07.00 – 16.00
Fasilitas : Toilet, pusat oleh oleh, musholla, warung

Menjadi produsen dan kota penghasil tempe terbesar di Indonesia, membuat Kampung Sanan mengembangkan potensinya di dalam dunia pariwisata. Tidak hanya dapat berbelanja oleh oleh khas Malang, namun sekarang wisatawan juga bisa melihat secara langsung bagaimana proses pembuatan Kripik Tempe yang selama ini dijadikan oleh oleh. Yang dikelola tidak hanya kripik tempe saja namun juga kripik kentang, buah dan juga brownis tempe.

Sentral industri ini mulai dibentuk sejak tahun 1970an, namun saat itu tempe hanya dijadikan lauk pauk saja. Berbeda dengan sekarang dimana tempe sudah dijadikan makanan ringan mulai dari kripiki, brownish bahkan coklat. Di kampung sanan sendiri anda juga bisa memilih untuk berbelanja oleh oleh dimana saja, karena hampir seluruh warga kampung ini menjual dan memproduksi kripik tempe sendiri dengan cita rasa yang berbeda beda.

76. Alun-alun Malang

Lokasi : Jl. Merdeka Selatan Kiduldalem, Klojen, Kota Malang.
Tiket masuk :
Jam Buka : 24 jam
Fasilitas : tempat ibadah, toilet, mall, playground

Taman Alun alun kebanggaan Kota Malang ini memiliki keunikannya sendiri yaitu di seberang Alun alun ini terdapat 2 tempat ibadah berbeda yang menjadi contoh bentuk toleransi antar agama, yaitu Masjid Jami’ dan Gereja GPIB Immanuel, selain itu di dekat Alun” ini juga terdapat Gereja Kathedral Kayutangan. Disekitar alun alun juga ada Mall tertua dan bersejarah Sarinah Mall, Bank Indonesia, Kantor Pos, dan juga kuliner legendaris Toko Oen. Ketika berkunjung anda dapat menyaksikan pertunjukan air mancur menari pada jam jam tertentu.

Yang membuat wisatawan betah berlama lama di alun alun ini karena rindangnya pepohonan dan hamparan rumput hijau yang menghiasi. Selain itu terdapat juga playground untuk anak”. Banyak sekali masyarakat yang datang kesini pagi hari untuk berolah raga dan menikmati udara sejuk kota Malang. Selain itu wisatawan juga sering singgah di tempat ini untuk sekedar melepas penat setelah seharian keliling.

77. Alun-alun Batu

Lokasi : Taman Kota Alun Alun Batu, Jln Diponegoro.
Tiket masuk : Free
Jam Buka : 24 jam
Fasilitas : toilet, warung, masjid, toko oleh oleh, playground, wahana permainan, parkir area.

Salah satu icon Kota Batu ini sering dikunjungi oleh warga sekitar maupun wisatawan luar kota. Selain untuk bersantai disini anda juga bisa merasakan kuliner, terlebih pada malam hari. Di Alun alun ini pula lah terkenal salah satu kuliner andalan yang menjadi serbuan wisatawan yang datang ke Batu yaitu Pos Ketan Legendaris atau biasa disebut Ketan Krisdayanti.

Diseberang alun alun ini juga terdapat masjid terbesar di Kota Batu, dan disampinhnya terdapat Mall, dan dikelilingi oleh berbagai macam kuliner. Jika berkunjung kesini anda juga wajib untuk mencoba susu sapi murni di KUD yang letaknya di depan pos ketan. Selain itu juga anda juga bisa mencoba wahana bianglala dan melihat keindahan kota Batu dari atas bianglala. Disini juga ada air mancur dan playground untuk anak”, dan menariknya lagi ketika malam hari anda akan menjumpai berbagai macam pertunjukkan cosplay dari masyarakat setempat dan cukup membayar seiklasnya saja jika ingin berfoto bersama.

78. Masjid Tiban

Lokasi : Jl. KH. Wachid Hasyim, Jl. Anggur no. 17 Sananrejo, Turen. Kab. Malang
Tiket masuk : Rp. 15.000
Jam Buka : 24 jam
Fasilitas : masjid, warung, parkir area, toilet, kolam renang

Masjid Tiban atau Masjid Turen ini sebenarnya adalah Pondok Pesantren Salafiah Bihaaru Bahri Asali Fadlaailir Rahmah. Nama yang begitu panjang tersebut memiliki arti Laut Madu. Rumor mengenai masjid ini sempat ramai diperbincangkan, karena rumor tersebut mengataskan bahwa masjid ini dibangun oleh Jin hanya dengan waktu 1 malam. Namun berita itu dibantah oleh pengurus Pondok pesantren ini, dan mereka mengatakan bahwa masjid ini dibangun sendiri oleh para santri dan jamaah.

Pondok ini mulai dibangun sejak tahun 1978 oleh Romo Kiai Haji Ahmad Bahru Mafdlaluddin Shaleh Al Mahbub Rahmat Alam dengan memiliki 10 lantai. Bangunan yang begitu unik ini memadukan antara model dari Timur tengah, china dan modern, namun mereka tidak menggunakan arsitek handal untuk menciptakan model tersebut, melainkan dengan istikarah pemilik sehingga tercetuslah ide tersebut. Selain beribadah di tempat ini anda juga bisa berkeliling dan melihat beberapa satwa seperti kijang, kelinci, monyet dan unggas ayam dan burung.

79. Candi Singosari

Lokasi : Jl. Kertanegara No.148, Candirenggo, Singosari, Malang.
Tiket masuk : cukup membayar donasi seiklasnya.
Jam Buka : 08.00 – 16.00
Fasilitas : ruang informasi, toilet

Candi ini merupakan candi peninggalan kerajaan Singosari dan merupakan candi hindu-budha yang memiliki tinggi sekitar 15 meter ini memiliki banyak cerita rakyat didalamnya. Pada masa pimpinan Raja Kertanegara candi ini pernah diserang oleh tentara pimpinan raja Jayakatwang. Salah satu cerita rakyat yang terkandung dalam candi ini adalah cerita agama Hindu – Budha dimana masyarakat pada zaman dahulu menganut agama ini pada masa kerajaan Singhasari.

Candi ini dibangun dengan cara menumpuk batu andhesit, maka dari itu mengukirnya dari atas ke bawah. Banyak sekali turis dari Eropa dan luar negeri lainnya yang berkunjung ke Candi ini untuk melihat ukiran khas Indonesia dan juga belajar mengenai sejarah Indonesia. Bangunannya yang epic membuat candi ini juga sering dijadikan lokasi oleh fotographer dan dijadikan obyek wisata sejarah bagi murid dan mahasiswa.

80. Candi Sumberawan

Lokasi : Sumberawan, Toyomarto, Singosari, Toyomarto, Singosari, Malang
Tiket masuk : donasi seiklasnya
Jam Buka : 07.00 – 16.00
Fasilitas : toilet, camping ground

Candi ini merupakan peninggalan Kerajaan Singosari yang hanya berbentuk stupa dan merupakan candi budha. Candi Sumberawan merupakan peninggalan sejarah yang berasal dari sekitar abad 14 atau awal abad 15. Dalam prasasti Negarakertagama disebutkan bahwa, Candi Sumberawan diidentifikasikan sebagai Kasurangganan atau Taman Surga Nimfa dan telah dikunjungi oleh Raja Hayam Wuruk dari Majapahit di 1359. Candi ini pertama kali ditemukan pada tahun 1904 dan pada 1937 diadakan pemugaran oleh pemerintahan Hindia Belanda pada bagian kaki candi. Dan merupakan satu-satunya candi yang berbentuk stupa di Jawa Timur.

Candi ini juga tidak memiliki tangga naik untuk menyimpan benda suci seperti candi stupa pada umumnya, hanya bentuknya saja yang berbentuk seperti stupa. Diperkirakan candi ini dulunya digunakan untuk tempat penyembahan dan bersemedi. Karena lokasinya di tempat yang rindang dan sejuk maka tempat ini sangat cocok untuk dijadikan tempat bersemedi. Di candi ini terdapat mitos bahwa mata air/ holy water yang dipercaya jika membasuh wajah menggunakan air ini dapat membuat awet muda.

81. Candi Badut

Lokasi : Jl. Candi 5D, Karangwidoro, Dau, Kota Malang.
Tiket masuk : Rp. 10.000
Jam Buka : 24 jam
Fasilitas : Parkir area, toiler, warung

Candi Badut dikenal sebagai candi tertua di Kota Malang dan merupakan candi peninggalan agama Hindu. Candi ini memiliki ciri seperti Candi Wurung di Magelang. Memiliki luas mencapai 2808 m2 dan dikeliling oleh Gunung Kawi, Gunung Arjuna, Gunung Tengger, dan Gunung Semeru. Dan menurut sejarah candi ini dibuat sekitar tahun 760 M .

Awal mula legenda ini ditemukan dalam kondisi mengenaskan oleh EW Mauren Brechter. Namun telah dilakukan pemugaran pada tahun 1925 – 1926 dan tahun 1990 – 1991. Dalam candi ini terdaat penginggalan prasarti, arca durga, agastya, dan lingga yoni. Menurut sejarah candi ini dibuat pada masa peralihan dari Jawa Tengah ke Jawa Timur dan perpindahan Kerajaan Holing pada tahun 740 M. Dan candi ini merupakan salah satu peninggalan Kerajan Kanjuruhan.

82. Candi Jago

Lokasi : Jl. Wisnuwardhana, Ronggowuni, Tumpang, Kab. Malang
Tiket masuk : Rp. 10.000
Jam Buka : 24 jam
Fasilitas : toilet, parkir area.

Nama Candi Jago berasal dari Kitab Negarakertagama ” Jajaghu “, dan didirikan pada abad ke 13. Nama ini memiliki arti sebagai ‘Keagungan’ dan candi ini merupakan candi yang bercorak Budha Tatrayana. Beberapa arca berbentuj Amoghapasa, Tatris dari awaloketeswara dan arca ini merupakan arca peninggalan dari raja ke empat Singosari yang bernama Raja Wisnuwardhana.

Candi ini dibangun pada pemerintahan Raja Kertanegara sebagai penghormatan kepada Ayahnya Raja Wisnuwardhana pada tahun 1268 M. Candi ini terletak searah dengan coban pelangi, gunung bromo. Jadi anda wajib untuk mengunjungi candi ini juga ketika turun dari Gunung Bromo atau Coban Pelangi.

Pages ( 11 of 12 ): 1 ... 10 11 12

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Open chat
1
hallo, selamat datang di erc trans,
ada yang bisa kami bantu?