Dampak Corona Terhadap Bromo | Merugikan, Namun Ada Sisi Positifnya Juga

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Merebaknya Virus Corona (COVID 19) di banyak negara termasuk Indonesia, memang menimbulkan banyak sekali masalah serius. Sektor pariwisata yang terkena dampak luar biasa akibat pandemi ini, membuat banyak sekali tempat tempat wisata akhirnya menutup kegiatan operasionalnya. Salah satunya ialah Wisata Gunung Bromo, wisata yang menjadi andalan dan ikon dari pariwisata Jawa Timur ini juga harus menutup kawasan wisatanya dari pengunjung.
gunung bromo

Wisata Bromo yang menawarkan pemandangan indah sunrise dan panorama alam Gunung Bromo ini juga ditutup. Terhitung sejak pertengahan Maret, area Taman Nasional Bromo Tengger Semeru tidak lagi dibuka untuk wisatawan. Penutupan ini bertujuan untuk memutus rantai penyebaran Virus Corona (Covid 19). Namun masih belum diketahui sampai kapan penutupan ini akan berlangsung.

Penutupan Kawasan Wisata Gunung Bromo nyatanya sangat berdampak pada industri pariwisata. Tak dipungkiri, Gunung Bromo memang menjadi penyumbang wisatawan terbesar di Jawa Timur, dengan jumlah kunjungan mencapai ribuan wisatawan setiap harinya.

Bromo Ditutup
Pengumuman penutupan sementara Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

Meski Merugikan, Corona Ternyata Juga Berdampak Positif Terhadap Alam Bromo

Meski Virus Corona ini menimbulkan kerugian luar biasa pada industri pariwisata, namun nyatanya virus ini juga memiliki dampak baik pada alam Gunung Bromo. Dengan ditutupnya kawasan Bromo, seolah terasa sebagai waktu istirahat sang gunung dari berbagai hiruk pikuk kunjungan wisatawan.

Gunung Bromo Beristirahat Sejenak Dari Keramaian Wisatawan

Sehari – harinya, kawasan Gunung Bromo selalu ramai oleh kunjungan wisatawan. Bahkan mulai dari dini hari, gunung ini sudah dipadati oleh orang – orang yang ingin menyaksikan pemandangan sunrise yang banyak dijuluki sebagai salah satu sunrise terindah di Indonesia. Keramaian juga terus berlanjut hingga siang hari dimana para wisatawan akan bergeser ke setiap spot yang ada di Bromo, mulai dari Kawah Gunung, area Padang Pasir hingga Padang Savanna. Setiap penjuru dari gunung ini tak luput dari incaran para wisatawan.

Polusi di Gunung Bromo Juga Berkurang

Tak hanya ramai oleh manusia saja, namun juga oleh kendaraan yang berseliweran menyusuri setiap spot Bromo. Kendaraan – kendaraan yang dipakai oleh wisatawan ini juga menyumbang polusi dan menyebabkan kerusakan alam Gunung Bromo. Dengan tidak adanya kendaraan, tentu otomatis tidak ada polusi dan udara di Bromo menjadi bersih kembali.
kapan bromo dibuka

Saat – saat ditutupnya Bromo dirasa menjadi kesempatan untuk memberi waktu istirahat bagi gunung ini. Namun yang menjadi pertanyaan, sampai kapan penutupan Bromo ini berlangsung ? Pihak pengelola Taman Nasional Bromo Tengger Semeru juga belum bisa memastikan berapa lama penutupan akan berlangsung, semua tergantung dari keadaan nantinya, apakah virus corona ini cepat berakhir atau tidak.

Namun pastinya kita semua ingin agar virus corona ini cepat berakhir dan segala aktivitas menjadi kembali seperti sediakala. Dengan berakhirnya pandemi ini, harapan selanjutnya ialah industri pariwisata bisa kembali normal dan Gunung Bromo kembali dibuka untuk dapat menyambut setiap wisatawan yang datang mengunjunginya.

Satu hal positif yang dapat kita pertahankan dari dampak Corona terhadap Gunung Bromo ini ialah terjaganya ekosistem dan kelestarian alamnya. Jika nantinya Bromo kembali dibuka, mari kita jaga selalu alam bromo dengan tidak membuang sampah sembarangan, meminimalisir polusi dan tidak merusak lingkungannya.

Dengan begitu anak cucu kita nantinya akan tetap dapat menikmati segala keindahan alam Gunung Bromo yang mempesona.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Open chat
1
hallo, selamat datang di erc trans,
ada yang bisa kami bantu?