Candi Jago – Situs Bersejarah Peninggalan Kerajaan Singasari

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin

Candi Jago merupakan salah satu candi penginggalan kerajaan singasari, candi ini terletak di timur Kota Malang, tepatnya di Dusun Jago, Kecamatan Tumpang, Malang. Candi ini dibangun sekitar abad ke-13 Masehi, yang merupakan peninggalan kerajaan Singosari.

Candi ini dibangun untuk menghormati Raja Sri jaya yaitu raja kertanegara. Selain disebut sebagai candi Jago, candi tersebut disebut juga dengan nama candi Tumpang, karena berada di desa Tumpang, dan warga juga menyebutnya Candi Cungkup.

candi di malang
image by @amazingtumpang

Asal Usul Candi Jago

Nama candi ini berasal dari kitab Negarakertagama yaitu Jajaghu, yang artinya adalah ‘KEAGUNGAN’, istilah ini biasanya digunakan untuk menyebut tempat suci. Bangunan Candi Jago terlihat tidak utuh lagi. Hanya tinggal bagian kaki dan sebagian kecil badan candi. Badan candi disangga oleh tiga buah teras. Bagian depan teras terlihat menjorok dan badan candi berada dibagian teras ke tiga. Atap dan sebagian badan candi telah terbuka.

Bentuk atap belum diketahui, namun ada dugaan bentuk atap Candi Jago menyerupai Meru atau Pagoda. Saat ini Candi Jago masih berupa reruntuhan. Candi berbentuk segi empat ini yang mempunyai luas 23 x 14 m. Atap candi sudah hilang, tinggi bangunan aslinya tidak diketahui dengan pasti. Diperkirakan tingginya mencapai 15 m dulu.

Candi Ini Dibagun Sebagai Tempat Penghormatan Untuk Raja Wisnuwardana

Candi ini umurnya lebih muda bila dibandingkan dengan Candi Kidal dan lebih tua dibanding candi singasari, dibangun sebagai tempat pendarmaan dari Raja Wisnuwardhana yang wafat pada Tahun 1268 M. Berdasarkan relief dan arca yang ditemukan, candi Jago ini merupakan candi bercorak budha.

Sesuai dengan agama yang dianut oleh Wisnuwardhana yaitu Siwa-Budha, di Candi ini ada pahatan relief cerita Siwaistis dan Budhistis. Relief Budhistis yang pahat adalah cerita Tantri dan Kunjarakarna. Dan relief Hinduistis yaitu cerita Partayajna dan Arjunawiwaha serta relief tentang Krisna.

Dilihat dari arsitekturnya, Candi Jago ini memiliki kesamaan bentuk dengan punden berundak yang banyak dikenal pada di zaman megalithikum dan bangkit kembali pada masa akhir majapahit. menurut kitab Negarakertagama dan Pararaton, pembangunan Candi Jago sudah berlangsung sejak tahun 1268 M hingga 1280 M untuk penghormatan Raja Singosari keempat, yaitu Sri Jaya Wisnuwardhana.

Walaupun dibangun ketika masa pemerintahan Kerajaan Singosari, disebut di kedua kita tersebut bahwa Candi Jago selama tahun 1359 M adalah salah satu tempat yang sering dikunjungi Raja Hayam Wuruk dari Kerajaan Majapahit.

Menurut kitab Negarakertagama & Pararaton, Candi ini dibangun sejak 1268 M sampai dengan 1280 M sebagai penghormatan untuk Raja Singasari keempat, yaitu Sri Jaya Wisnuwardhana. Candi Jago mengalami pemugaran tahun 1343 M atas perintah Raja Adityawarman yang disebut masih memiliki hubungan darah dengan Raja Majapahit Hayam Wuruk.

Harga Tiket Masuk & Rute

Untuk datang kesini kalian tak perlu khawatir karena biaya masuk yang seikhlasnya saja. Lalu untuk fasilitas dilengkapi dengan toilet, warung dan musholla juga.

Untuk rute dari Alun alun kota Malang, pilih jalur yang melewati pasar besar lalu lurus menuju Jl. Muharto lalu ke arah Jl. mayjen sungkono, melewati Jl. KH Malik ikuti jalan hingga Jl. Kidal tumpang lalu belok di taman makan pahlawan tumpang ke arah Jl. Raya kebonsari lurus hingga pertigaan di dekat SD Tumpang satu lalu belok kanan ke jl.Wisnuwardhana lurus hingga perempatan ketiga dan belok kanan tujuan ada tepat berada di kanan jalan. Dari alun alun kota kira kira sekitar 30 menit perjalanan.

candi
image by @arik_nona_zee_shop_

Cocok sekali buat kalian yang masih berstatus mahasiswa atau pelajar untuk mengorek sejarah tentang bagaimana Malang pada saat zaman kerajaan.

Kalian bisa bertanya tanya pada orang sekitar atau pun bisa menemui kepala desa disana.
Bagaimana sahabat traveler? Menarik bukan!

Yukk kesini dan belajar sejarah, tak lupa dengan mengajak teman teman kalian biar lebih seru. Wisata candi jago ini ibuka mulai pagi sekitar jam 06.30 hingga sore hari sekitar jam 16.00. dan untuk kalian yang membutuhkan tempat hunting, disini juga bisa loh, kalian bisa berfoto ala” jaman kerajaan tempo dulu, pasti keren deh..

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Open chat
1
hallo, selamat datang di erc trans,
ada yang bisa kami bantu?